8 Pernyataan Tabu untuk Atasan di Kantor

HUBUNGAN karyawan dan atasan yang sempurna adalah berdasarkan kepercayaan, komunikasi dan rasa bekerja demi tujuan perusahaan. Meskipun keduanya akrab namun ada aturan praktis menjaga lisan agar tidak terjadi salah komunikasi dan menyinggung satu sama lain. Nah, berikut ini beberapa pernyataan maupun perkataan yang tidak seharusnya dibicarakan kepada atasan:

1. Apakah Anda sudah mendengar gosip skandal si A?
Desas-desus seperti ini tidak selayaknya diperbincangkan terutama ketika melibatkan rekan kerja. Sebaliknya Anda harus menghindari berbicara buruk atau mengeluh tentang hal-hal semacam ini.

2. Bisakah kita membicarakan bonus akhir tahun?
Hindari membahas detail bonus kepada atasan. Ketika gajian datang, jangan meminta lebih banyak bonus jika belum membuktikan peningkatan produktivitas. Sebaiknya libatkan atasan memulai dialog sebelum bernegosiasi bonus dan kenaikan gaji.

3. Saya sibuk! Mintalah orang lain untuk mengerjakan tugas itu!
Lima perkataan yang seharusnya tidak pantas di hadapan atasan."Saya tidak bisa", "Saya tidak ingin", "Itu tidak mungkin", "Mintalah orang lain melakukannya", "Lakukan sendiri". Jika suatu tugas tampaknya mustahil untuk dilakukan, jangan langsung menolaknya. Sebaliknya, mengatur pertemuan untuk mendiskusikan beban kerja Anda dengan atasan Anda di mana Anda dapat mendiskusikan solusi.

4. Saya dengar Anda sedang mencari jodoh? Anda mau saya kenalkan dengan tetangga yang baru saja bercerai?
Jangan mencoba untuk ikut campur dalam kehidupan romantis atasan Anda. Jangan pernah melakukannya kecuali atasan meminta khusus secara langsung.

5. Ya ampun, saya bosan!
Anda tidak harus mengeluh kepadanya tentang kebosanan atau pekerjaan Anda terlalu mudah. Jika Anda benar-benar merasa lesu, jadilah proaktif dan meminta pekerjaan tambahan atau relawan pekerjaan yang perlu segera diselesaikan.

6. Semalam saya pulang pagi karena menghadiri pesta. Bolehkah datang terlambat?
Kecuali dia sedang bersama Anda di pesta semalaman, atasan Anda cenderung memiliki sedikit simpati. Selain itu, hindari berbicara dengan atasan Anda tentang kesengsaraan keuangan pribadi dan masalah perkawinan.

7. Tingkah laku Anda menyebalkan!
Mengekspresikan perasaan dendam tidak kompeten di tempat kerja. Kecuali jika atasan berperilaku kasar dan tidak terduga mengganggu kinerja Anda, laporkan kepada divisi sumber daya manusia untuk membahas keluhan Anda.

8. Sungguh? Apakah ini sesuatu yang terbaik yang bisa perusahaan lakukan kepada karyawannya?
Jangan memberikan omelan cengeng kepada atasan Anda tentang hal-hal kecil mengenai persoalan perusahaan yang tidak berkenan dengan Anda.

sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar