6 Negara yang Bikin Amerika Kaya

1. Hong Kong


Negara pecahan China ini kini sudah bisa mandiri. Sebagai negara surga untuk pengusaha yang tak ingin ditagih pajak, Hong Kong menjadi tempat investasi yang menarik untuk pengusaha.


Saat ini Hong Kong turut menyumbang USD 138,8 miliar (Rp 1.334 triliun) dalam bentuk surat utang di negara Amerika Serikat.


2. Rusia
Ternyata negara beruang merah ini juga mempunyai surat utang di Amerika Serikat. Meski dulu pernah terjadi ketegangan antara Rusia dan Amerika, namun kini Rusia menjadi negara berkembang yang menjadi salah satu negara berkembang yang mempunyai pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia.
6 Negara yang bikin Amerika kaya
Saat ini Rusia mempunyai surat utang di AS sebesar USD 146,7 miliar (Rp 1.410 triliun).
3. Taiwan
Kepemilikan obligasi AS di negara Taiwan terus bertambah sejak tahun lalu. Saat ini Taiwan mempunyai USD 184,4 miliar (Rp 1.773 triliun) yang berupa surat utang.
6 Negara yang bikin Amerika kaya
Negara ini telah memulai akselerasi pertumbuhannya pada pertengahan abad 20 dan memulai fase industrialisasinya. Bahkan, Taiwan saat ini menjadi salah satu dari Empat Macan Asia.
4. Brasil
Negara raksasa di Amerika Selatan ini mempunyai USD 237,4 miliar (Rp 2.282 triliun) dalam bentuk surat utang milik Amerika Serikat.©©© 
6 Negara yang bikin Amerika kaya
Namun, investasi negara tersebut berfluktuasi selama dua tahun terakhir yaitu di antara USD 190 miliar hingga USD 240 miliar.

5. Jepang


Negeri Sakura ini adalah partner Amerika Serikat dalam bidang perdagangan. Jepang mempunyai banyak sekali surat utang di Amerika Serikat dan telah menjadi salah satu investor AS.
6 Negara yang bikin Amerika kaya
Saat ini Jepang mempunyai surat utang pemerintah AS sebesar USD 1,08 triliun (Rp 10.413 triliun).
6. China
China adalah negara yang terbesar dalam investasi di Amerika Serikat. Saat ini China mempunyai obligasi AS sebesar USD 1,17 (Rp 11.240 triliun).
6 Negara yang bikin Amerika kaya
Meskipun jumlahnya luar biasa, namun jumlah tersebut terhitung turun dibandingkan per Juli 2011 lalu yang sebesar USD 1,3 triliun.
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar